Sajak buat Ibu



Setelah kemarau dan mimpi
kusinggahi. Sekali waktu
ingin aku bersemayam
di bening matamu
: kemilau embun pagi hari
di pucuk daun-daun.

Dalam teduhmu, Ibu, bahkan debu
yang melekat di seluruh tubuhku
tak kan sanggup menciptakan keruh
bagi bening mata air cintamu.

Akulah debu yang mengental
di pecah tangismu.
Usai melayang bersama angin
jadi ruh yang kau tangkap
di jalan kembara sunyi
ketika kemarau dan mimpi
kau singgahi.


wendra wijaya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Diberdayakan oleh Blogger.